yes, we have to be grateful because God still give us days to Smile :)

Sabtu, 18 Februari 2012

How Sweet "IT Project Helps the Mommy"

Fenty Rizky Aprilian
5210100027
 Apa yang terpintas pada pikiran teman-teman ketika membaca judul ini? Ya.. Tentu bagi saya jika saya memposisikan diri sebagi pembaca awam atau sekedar pelaku search engine google atau yahoo yang tersasar, dibenak saya adalah kata "Mengapa ?", "Bagaimana bisa ?", dan lainnya yang kurang lebih diakhiri dengan tanda tanya (besar).

Intinya adalah.. Dari sekian banyaknya proyek IT yang terpublish dimana saja, saya menemukan sebuah proyek yang menginspirasikan untuk dituliskan pada blog ini yaitu mengenai "Teknologi Inseminasi Bayi Tabung Kembar". Tentunya proyek yang berhubungan dengan Obgyn ini merupakan sebuah proyek IT, sebab dapat dikatakan ini adalah salah satu proyek IT adalah karena adanya penerapan sistem yang mencakup software, hardware, dan resource untuk membantu proses kehamilan bagi wanita yang mengalami masalah dalam masalah kandungannya. Maka terlibatlah komponen proyek IT ini seperti software dan hardware yang sangat menyumbangkan peran penting dalam rangka proses inseminasi ini. Dilatarbelakangi dengan tujuan positif dari proyek IT ini maka semakin banyak rumah sakit yang mulai menjalankan pembangunan Proyek IT untuk pembuatan teknologi inseminasi bayi tabung. Hingga persebaran proyek saat ini telah masuk ke Indonesia di awal tahun 2000an. Dimana pada saat ini wanita Indonesia telah dapat menggunakan teknologi in yang ditangani oleh dokter spesialis kandungan. Namun memang butuh biaya yang sebesar untuk menggunakan teknologi ini, karena bayangkan saja mesin atau alat pembantu proses ini harganya saja dengan kisaran ribuan US Dollar.

Ulasan Singkat Mengenai Prosedural Teknologi Bayi Tabung

Langkah pertama yang sangat penting dalam teknologi bayi tabung adalah bagaimana mendapatkan sel-sel telur yang marang dan siap dibuahi in vitro.  Untuk itu, wanita yang telah ditentukan diperiksa keadaan indung telurnya dengan teknik ultra sound yaitu satu teknik diagnostik yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran dan keadaan dalam jaringan tubuh dalam hal ini ovari.  Teknik ini berfungsi menolong mengerahui jumlah dan ukuran follikel atau bakal telur, sebelum proses penarikan sel telur dimulai.
Software dan hardware pendukung dalam proyek ini adalah berfungsi untuk kehadiran teknik baru, pembedahan mikro dengan alat kateter khusus.

Proses Pemecahan Sel Telur Menjadi 2 Bagian

Teknik pengambilan dan pengumpulan sel telur dilakukan dengan Laparospkopi.  Operasi dilakukan dengan irisan kecil pada bagian abdomen dan laparospkop dimasukkan.  Laparoskop adalah alat khusus berbentuk metal panjang yang memiliki optik sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan melihat langsung ke indung telur. Sel-sel telur yang sudah diperoleh ini kemudian dimasukksan dalan kultur dan ditaruh dalam inkubator.  Inkubator berfungsi untuk mengontrol keadaan lingkungan seperti suhu, kelembaban, serta kebersihan permukaan, demi tercapainya liingkungan yang optimum agar sel-sel telur tetap matur seperti saat ovilasi.  Bilamana segala sesuatu berlangsung mulus, maka sel telur siap untuk dipakai dalam proses fertilisasi in vitro.

Proses Vitro Fertilization

Mekanisme Implementasi Proyek IT

Dari gambaran prosedur teknologi bayi tabung tersebut dapat merepresentasikan mengapa teknologi ini juga merupaka proyek IT. Sebab teknologi ini pertama kali diterapkan pada sebuah rumah sakit di Amerika yang dirancang khusus untuk membantu wanita Amerika untuk memperoleh keturunan. Dalam pembangunan proyek ini menghabiskan biaya yang cukup banyak dengan sebesar 78.000 US Dollar untuk investasi/pembelian mesin atau alat untuk melakukan proses inseminasi ini. Kemudian pihak rumah sakit tentunya harus memiliki tenaga yang handal dalam melakukan proses inseminasi ini, untuk itu maka diadakan latihan intensif yang juga membutuhkan biaya. Alat-alat pendukung proses inseminasi ini seperti gelombang suara, alat kateter, mesing USG, dan lainnya telah diperhitungkan pembelian dan pemakaiannya agar tidak mencapai titik kerugian dibalik tujuan positif dari pembangunan proyek ini. Pernah ditemui sebuah kasus dimana seorang Ibu di China harus menghabiskan uangnya sebesar 145 Miliar sebagai biaya untuk melakukan inseminasi bayi tabung kembar (http://internasional.kompas.com/read/2011/12/31/07291157/Rp.1.45.Miliar.untuk.Bayi.Kembar.Delapan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar