Saya Adalah Seorang Mahasiswa ITS
Tepat pada tanggal 13 Maret 2010 hari Sabtu, saya mengikuti ujian masuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Persiapan saya dalam mengahadapi tes ini hanya bermodal optimis dan yakin pasti bisa. Gedung pasca sarjana yaitu tempat tes saya sudah ramai padahal waktu belum menunjukkan bahwa tes akan segera dimulai. Saya langsung masuk dan mencari tempat duduk yang bertuliskan nama saya, Fenty Rizky Aprilian dan nomer tes 7101100108. Awalnya saya agak bingung mencari tempat duduk sampai saya harus berkeliling, ternyata tempat duduk saya berada di paling depan. Kemudian saya langsung duduk tenang dan menyiapkan peralatan untuk mengerjakan ujian ini. Soal mulai dibagikan dan saya sedikit terkejut, “wow , buku soalnya tebal sekali.” Ya benar, setelah saya buka soal yang paling banyak adalah soal-soal hitungan dan analogi yang berbasiskan ilmu pengengetahuan alam. Sebelum mengerjakan saya hanya bisa berdoa agar diberi kemudahan. Semua tahapan tes saya jalani, mulai dari Tes Potensi Akademik, Tes Psikotes, dan Tes Bahasa Inggris. Ketiga thapan tes itu tidak hanya membuat otak saya lelah, tetapi juga tangan kanan saya karena harus melingkari jawaban yang jika ditotalkan sebanyak 300 soal.
Jujur sebenarnya saya setengah yakin ketika mengikuti ujian masuk ini, tetapi saya optimis saja. Yang mendorong saya untuk menjadi kuat dan terus maju untuk mengikuti ujian masuk ini adalah orang tua saya tercinta. Meski pun banyak teman-teman saya disekolah menanyakan apakah saya yakin bisa masuk ITS yaitu institut yang bersifat teknik, sedangkan latar belakang saya di SMA adalah ilmu sosial. Satu setengah bulan kemudian pengumuman tes diumumkan. Semula saya tidak tahu jika saya tidak dikabari oleh teman saya yang sama-sama mengikuti tes. Saya sangat berap-harap cemas. Karena ketika itu saya masih menjalani ujian sekolah
... To Be Continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar