yes, we have to be grateful because God still give us days to Smile :)

Jumat, 24 Februari 2012

Resume Kuliah Tamu MPTI

Fenty Rizky Aprilian
5210100027
Project Management in Construction

Pada tanggal 23 Februari 2012, mata kuliah Manajemen Proyek TI mengadakan kuliah tamu dengan menghadirkan Bapak Tri Joko Wahyu Adi Ph, D. Tentunya saya mengikuti kuliah tamu ini dengan durasi kurang lebih 2 jam 30 menit. Kuliah tamu ini merupakan kuliah tamu perdana untuk MPTI di semester genap 2011/2012 dengan judul materi kuliah tamu yang dibawakan adalah Project Management in Construction.

Berbicara mengenai Project Management tentunya kita perlu mengetahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan Project Management. Definisi dari Project Management adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksud untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah ditetapkan dengan jelas (Soeharto .I, 1999)

Sehingga dari definisi yang terpaparkan tersebut, kita mendapatkan point utama dalam topik pembelajaran Project Management yaitu kegiatan sementara, jangka waktu terbatas, bersumberdaya, bertujuan jelas. Dari point utama ini yang merupakan komponen proyek dan dari komponen ini yang akan mengantarkan proyek ke proses manajerial proyek.

Tentunya untuk keberhasilan total sebuah proyek diperlukan adanya manajemen yang maksimal dan efektif. Manajemen tersebut menjadi konstruksi utama dalam pembangunan proyek. Yang pasti adalah misalnya dalam keadaan mendapati sebuah proyek dan tentunya proyek tersebut tidak dapat langsung dijalankan. Namun sebelumnya pihak penerima dan pembangun proyek tersebut seharusnya melakukan manajemen proyek yang dapat berupa penyusunan anggaran, estimasi waktu pembangunan, penentuan Human Resource dan sumber daya apa saja yang akan berkaitan, dan lain-lain. Untuk itu dalam konsep memanage sebuah proyek ini  terdapat konsep utama, yaitu Triangle Constraint. Segitiga ini menunjukkan sisi kontribusinya yang berukuran sama besar. kontribusi dari komponen tersebut adalah Cost, Time, Quality. Oleh karena itu setiap sisinya terbentuk menjadi segitiga sama sisi yang pada tengah segitiga mengandung konsep sekaligus tujuan utama dalam membangun proyek, yaitu safety. Sehingga ketika ketiga konsep utama pembangun tersebut dapat dipenuhi dengan baik, maka proyek yang dibangun tersebut akan lebih memiliki daya keamanan (safety) yang lebih baik bagi setiap aktor dan proyek itu dalam pembangunan proyek. Pada setiap komponen dalam konsep ini terdapat perbandingan lurus, seperti ketika mendapatkan order proyek dari stakeholder dengan permintaan proyek yang berkualitas sangat baik, maka waktu yang dibutuhkan untuk membangun proyek dengan kualitas tinggi ini harus lebih banyak. Sebab untuk mendapatkan hasil terbaik, maka diperlukan kedetailan dalam pembanguna proyek yang mengharuskan untuk memakan waktu yang lebih banyak.

Menjadi sebagai project manager, maka mengaruskan sang manager tersebut harus mampu  menyeimbangkan kelima faktor komponen yang menjadi pendukung utama dalam kegiatan pembangunan proyek. Kelima faktor tersebut adalah budget, schedule, quality, scope, dan resource  yang digambarkan dalam sebuah skema berikut.

Dengan adanya kegiatan dalam memanage sebuah proyek, maka tak sedikit di Indonesia memiliki proyek-proyek besar yang berskala nasional mau pun proyek yang dibangun atas insipirasi dari proyek berskala internasional. Sehingga negara kita pun juga memiliki fasilitas umum yang berdasarkan proyek internasional yang berhasil diterapkan di negara kita. Proyek-proyek besar ini adalah seperti pembangunan flyover (jalan layang), jembatan Suramadu yang sampai menghabiskan dana sebebsar setengah triliun, water bridge, gedung pencakar langit, stadion olahraga, dan pembangkit listrik.

Project Management Body of Knowledge yang biasanya disebut dengan PMBOK membagi sembilan area fungsional yang tergabung dalam 9 knowledge areas functional core. Kesembilan knowledge yang dipaparkan dalam memanage proyek adalah sebagai berikut.
-    Scope Management                 - Human Resource
-    Time Management                   - Communication
-    Cost Management                    - Risk Management
-    Quality Management               - Procurement
Sebagai seorang manager proyek juga harus menyeimbangkan 9 knowledge tersebut dengan technical aspect dan socio cultural aspect. Kedua aspek ini yang nantinya menjadi bahan banding dalam pembangunan proyek yang akan disesuaikan dengan lingkup proyek tersebut dan segala hal yang berkaitan dengan pembangunan proyek tersebut.

Penentuan scope management juga perlu diperhatikan dalam pembangunan sebuah proyek. Scope management yang dimaksud adalah pembagian tugas yang jelas kepada orang-orang yang jelas keterkaitannya dalam pembangunan proyek. Biasanya dalam pembangunan proyek terdapat adanya tim-tim khusus yang bekerja sesuai divisi dan bidang ahli mereka, untuk itulah diperlukannya manajemen dalam penentuan scope proyek. Langkah utama dalam penentuan scope ini adalah dengan mengidentifikasi scope planning, menganalisis scope definition, create WBS, scope verification, dan yang terakhir adalah proses scope control yang berlangsung ketika dimulainya pembangunan proyek agar masing-masing pembagian tugas dapat terlaksanakan dengan baik dan terkontrol.

Beralih ke knowledge functional area berikutnya, yaitu time management. Dalam konsep utama Triangle Constraints terdapat komponen “Time” pada salah satu sisinya. Maka dapat kita ketahui bahwa betapa pentingnya waktu dalam pembangunan proyek. Waktu sebagai salah satu acuan utama dalam mengukur keberhasilan proyek. Sebab tentunya sebuah proyek memiliki waktu atau deadline yang menjadi batas waktu akhir dalam pembangunan proyek. Oleh karena itu sebuah proyek didefinisikan sebagai kegiatan yang berlangsung sementara (temporari). Dalam memanage waktu untuk alokasi sebuah proyek, diperlukan adanya langkah-langkah yang mendukung dalam time management yang disusun berdasarkan perencanaan dan kesepakatan dengan semua orang yang terkait dalam proyek tersebut.  Langkah pertama yaitu pendefinisian aktifitas yang bertujuan untuk pengenalan lebih dalam mengenai proyek yang akan dibangun. Sehingga dari tahap ini didapatkan hasil analisis yang mempengaruhi langkah-langkah berikutnya dalam  manajemen waktu. Kemudian berikutnya adalah analisis activity sequence, yaitu analisis mengenai urutan pekerjaan dalam pembangunan proyek tersebut. Seperti menganalisis setiap urutan proses kerja ini memakan waktu berapa lama. Hal ini berkaitan dengan kecapakan dalam mengestimasi. Untuk keperluan berikutnya adalah resource pun juga perlu diestimasikan. Dimana resource ini juga akan mendukung dalam proses proyek yang setiap resource memiliki potensi waktu sesuai dengan pekerjaannya. Sehingga jika semakin banyak resource yang dipekerjakan, maka pekerjaan akan menjadi cepat terselesaikan dan dapat menghemat pengeluaran waktu. Langkah selanjutnya adalah duration estimation. Dengan mengestimasi durasi proyek berdasarkan komponen pendukung dalam pembanguna proyek, maka dengan keahlian dalam mengestimasi ini dapat mengefisiensikan waktu dalam pembangunan proyek. Yang terakhir yaitu scheduled development and control. Schedule development ini adalah untuk progress penyusunan jadwal dalam setiap proses kerja untuk membangun protek dan ketika dijalankan terdapat sistem control untuk mengatur jalannya pekerjaan agar sesuai dengan jadwal yang telah diestimasikan.

Word Breakdown Structure




Estimasi Durasi
Dalam mengestimasi durasi membutuhkan 3 komponen, yaitu :

Include dalam input yang terdiri atas : materials, site condition, dan equipments.
Penghitungan  untuk menentukan duration :
Proses Estimasi


Dengan adanya estimasi durasi ini adalah harapannya dapat mendukung proses dalam pengerjaan dengan pemanfaatan dan penggunaan waktu semaksimal mungkin. Namun untuk menghemant pengeluaran waktu dapat melakukan hal-hal yang berkaitan dengan faktor dibawah ini. Faktor-faktor yang dapat mempercepat proyek :
•    Penambahan alat
•    Penambahan tenaga kerja
•    Penambahan metode

Sumber Pendanaan Proyek

Setiap dana yang dianggarkan untuk membangun proyek tidak dapat berkisar dalam jumlah uang sedikit. Dana untuk setiap proyek juga berbeda-beda bergantung dengan jenis proyek apa yang akan dibangun. Oleh karena itu dapat diklasifikan pihak-pihak sumber dana pada setiap proyek, pihak-pihak tersebut adalah dana pemerintah (APBN), dana swasta (private), dan kerjasama pemerintah dengan swasta (Public Private Partnership - PPP).

Pada knowledge area functional quality management, dalam pembangunan proyek ini diperlukan kesiapan dalam pengukuran tingkat kualitas seberapa yang akan dicapai oleh proyek ini. Tentunya kualitas proyek inilah yang akan menjadi citra pengelolaan proyek. Oleh karena itu diperlukan adanya tahapan untuk menyiapkan hasil proyek berkualitas.  Langkah-langkah yang diperlukan adalah :
•  Quality Planning, perencanaan kualitas yang dianalisis dan menjadi cota-cita bersama dalam pembangunan proyek untuk keberhasilannya.
•  Quality assurance, jaminan kualitas proyek yang ditekankan.
• Quality control, sebagai pengontrol proses pengerjaan proyek agar dapat menghasilkan proyek yang berkualitas sangat baik.

Dalam setiap proses apa pun termasuk proses pembangunan proyek, akan selalu ada resiko. Resiko adalah yang kemudian masuk ke dalam salah satu knowledge functional area. Seperti yang kita ketahui probabilities dalam terjadinya resiko sangatlah berpotensi dalam setiap pembangunan proyek. Untuk itu diperlukan adanya kegiatan untuk memanajemeni resiko atau yang disebut dengan risk management. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
•    Risk identification, yaitu mengidentifikasi setiap resiko yang dapat terjadi dari setiap aktifitas yang akan dilakukan pada pembangunan proyek.
•    Risk analysis, menganalisa hasil dari identifikasi resiko yang kemudian dipikirkan solusi atau pengendalian resiko tersebut.
•    Risk respond, menanggapi resiko.
•   Risk monitoring and control, ketika proses kerja telah dimulai maka akan dijalankan monitoring resiko untuk pengontrolan dan pengendalian resiko tersebut.

Jenis-jenis respond terhadap resiko (risk style) :
•    Risk lover
•    Risk neutral
•    Risk avers

Senin, 20 Februari 2012

From Mind Being to MindMap of PROJECT

Fenty Rizky Aprilian
5210100027

See this! And get the point :)
Berikut ini adalah gambaran mengenai perbedaan proyek IT dan proyek  non IT yang divisualisasikan dalam bentuk point-point utama. Dapat dilihat (untuk lebih jelasnya silahkan klik bagian gambar). Point ini terdiri dari outcomes yang berdasarkan struktur proyek, Human Resource, lingkup atau scope proyek,  jenis proyek, stake holder, pembiayaan proyek, dependency proyek, dan change control. Kedua proyek ini tentunya masing-masing memiliki karakteristik masing-masing sesuai dengan dimana dan bagaimana lingkungan proyek tersebut diterapkan.

Ya ini adalah hasil mindmap yang memang ada dalam pikiran saya. Didalam pikiran saya terdapat ide-ide untuk membreakdown point-point unsur perbedaan proyek IT dan non IT yang saya pahami dan saya ceritakan ulang disini sepemahaman saya :)

Mungkin memang masih ada kekurangan dalam pemahaman saya untuk perbedaan proyek IT dan non TI, namun setidaknya apa yang saya pelajari kembali ini adalah bagian dari proses pembelajaran saya untuk pemahaman materi perbedaan proyek IT dan non IT :)

Sabtu, 18 Februari 2012

How Sweet "IT Project Helps the Mommy"

Fenty Rizky Aprilian
5210100027
 Apa yang terpintas pada pikiran teman-teman ketika membaca judul ini? Ya.. Tentu bagi saya jika saya memposisikan diri sebagi pembaca awam atau sekedar pelaku search engine google atau yahoo yang tersasar, dibenak saya adalah kata "Mengapa ?", "Bagaimana bisa ?", dan lainnya yang kurang lebih diakhiri dengan tanda tanya (besar).

Intinya adalah.. Dari sekian banyaknya proyek IT yang terpublish dimana saja, saya menemukan sebuah proyek yang menginspirasikan untuk dituliskan pada blog ini yaitu mengenai "Teknologi Inseminasi Bayi Tabung Kembar". Tentunya proyek yang berhubungan dengan Obgyn ini merupakan sebuah proyek IT, sebab dapat dikatakan ini adalah salah satu proyek IT adalah karena adanya penerapan sistem yang mencakup software, hardware, dan resource untuk membantu proses kehamilan bagi wanita yang mengalami masalah dalam masalah kandungannya. Maka terlibatlah komponen proyek IT ini seperti software dan hardware yang sangat menyumbangkan peran penting dalam rangka proses inseminasi ini. Dilatarbelakangi dengan tujuan positif dari proyek IT ini maka semakin banyak rumah sakit yang mulai menjalankan pembangunan Proyek IT untuk pembuatan teknologi inseminasi bayi tabung. Hingga persebaran proyek saat ini telah masuk ke Indonesia di awal tahun 2000an. Dimana pada saat ini wanita Indonesia telah dapat menggunakan teknologi in yang ditangani oleh dokter spesialis kandungan. Namun memang butuh biaya yang sebesar untuk menggunakan teknologi ini, karena bayangkan saja mesin atau alat pembantu proses ini harganya saja dengan kisaran ribuan US Dollar.

Ulasan Singkat Mengenai Prosedural Teknologi Bayi Tabung

Langkah pertama yang sangat penting dalam teknologi bayi tabung adalah bagaimana mendapatkan sel-sel telur yang marang dan siap dibuahi in vitro.  Untuk itu, wanita yang telah ditentukan diperiksa keadaan indung telurnya dengan teknik ultra sound yaitu satu teknik diagnostik yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran dan keadaan dalam jaringan tubuh dalam hal ini ovari.  Teknik ini berfungsi menolong mengerahui jumlah dan ukuran follikel atau bakal telur, sebelum proses penarikan sel telur dimulai.
Software dan hardware pendukung dalam proyek ini adalah berfungsi untuk kehadiran teknik baru, pembedahan mikro dengan alat kateter khusus.

Proses Pemecahan Sel Telur Menjadi 2 Bagian

Teknik pengambilan dan pengumpulan sel telur dilakukan dengan Laparospkopi.  Operasi dilakukan dengan irisan kecil pada bagian abdomen dan laparospkop dimasukkan.  Laparoskop adalah alat khusus berbentuk metal panjang yang memiliki optik sedemikian rupa, sehingga dapat digunakan melihat langsung ke indung telur. Sel-sel telur yang sudah diperoleh ini kemudian dimasukksan dalan kultur dan ditaruh dalam inkubator.  Inkubator berfungsi untuk mengontrol keadaan lingkungan seperti suhu, kelembaban, serta kebersihan permukaan, demi tercapainya liingkungan yang optimum agar sel-sel telur tetap matur seperti saat ovilasi.  Bilamana segala sesuatu berlangsung mulus, maka sel telur siap untuk dipakai dalam proses fertilisasi in vitro.

Proses Vitro Fertilization

Mekanisme Implementasi Proyek IT

Dari gambaran prosedur teknologi bayi tabung tersebut dapat merepresentasikan mengapa teknologi ini juga merupaka proyek IT. Sebab teknologi ini pertama kali diterapkan pada sebuah rumah sakit di Amerika yang dirancang khusus untuk membantu wanita Amerika untuk memperoleh keturunan. Dalam pembangunan proyek ini menghabiskan biaya yang cukup banyak dengan sebesar 78.000 US Dollar untuk investasi/pembelian mesin atau alat untuk melakukan proses inseminasi ini. Kemudian pihak rumah sakit tentunya harus memiliki tenaga yang handal dalam melakukan proses inseminasi ini, untuk itu maka diadakan latihan intensif yang juga membutuhkan biaya. Alat-alat pendukung proses inseminasi ini seperti gelombang suara, alat kateter, mesing USG, dan lainnya telah diperhitungkan pembelian dan pemakaiannya agar tidak mencapai titik kerugian dibalik tujuan positif dari pembangunan proyek ini. Pernah ditemui sebuah kasus dimana seorang Ibu di China harus menghabiskan uangnya sebesar 145 Miliar sebagai biaya untuk melakukan inseminasi bayi tabung kembar (http://internasional.kompas.com/read/2011/12/31/07291157/Rp.1.45.Miliar.untuk.Bayi.Kembar.Delapan)

Jumat, 06 Januari 2012

ILMU IT : Mari Coba Lagi Internet Connection Sharing pada Platform Linux Distro Ubuntu

Setelah tadi kita belajar pada dua platform Windows dengan generasi yang berbeda, kini saatnya yukk kita msri mencoba internet connection sharing pada platform yg unik satu ini. Yaitu Linux pada distro Ubuntu, distro yang paling umum dan general sepertinya :D

Tanpa banyak cerita pembukaan ya dari pada kita tidak segera belajar sharing koneksi, lebih baik kita langsung masuk ke tahapnya saja yukk yaaa :D disini kondisinya kita memakai modem yang bisa dishare koneksinya dengan tahapan konfigurasi dibawah ini :D
  
1. Klik Network Connection pada Ubuntu menu, dan kemudian pilih tab Wireless.

2. Karena ini pertama kalinya kita akan membuat koneksi baru, jadi kita harus
buat baru koneksi wireless network. Jangan lupa untuk beri nama dan pilih infrastruktur yang digunakan, yaitu ad-hoc.

3. Kemdian kita isikan beberapa atribut yang diperlukan. Misalnya seperti security key demi keamanan yang diperlukan oleh jaringan yang akan kita buat ini. 

4. Setelah penambahan atribut beres, sekarang kita masuk ke tab IPv4 Setting untuk melakukan pengaturan konfigurasi IP dan Sharing Connection yang akan kita buat. 

5. Pilih method share to other computer.

6.  Kemudian,  host dapat melakukan koneksi kejaringan. Dimana jaringan yang telah kita buat tersebut menjadi ad-hoc. 

7. Dengan mengklik apllet network manager, biasanya ditemukan pada hidden wireless Network, setelah itu kita dropdown pilihan connection. Kemudian pilih koneksi yang kita buat tadi.

8. Jika berhasil terkoneksi, maka saatnya computer lain melakukan koneksi kejaringan ad-hoc kita, dan jika berhasil dilakukan maka computer host sudah ICS atas computer lain melalui ad-hoc yang kiat buat tadi :D

Kamis, 05 Januari 2012

ILMU IT : Yukk Kita Coba Sharing Connection Menggunakan OS Windows 7

Setelah tadi kita belajar membagi koneksi pada Windows XP. Nah, sekarang yukk mari kita belajar mencoba koneksi menggunakan Windows 7. Teman-teman tahu kan kalo platform windows 7 ini sangat laris sekali paling banyak digunakan setelah Windows XP.

Sebenarnya juga artikel ini berkaitan dengan artikel sebelumnya. Caranya pun juga tidak sulit loh teman-teman :D tanpa banyak cerita dan pembukaan deh yukk kita langsung saja ya teman-teman :3 mau tahu kan, dari pada tidak bisa mengakses internet, lebih baik meminta sharing connection dari teman kita :D

Yukk kita ikuti step nya dibawah ini :

1. Buka control panel, pilih network and internet, dan pilih network and sharing center 




2. 2.       Kemudian pada kolom sebelah kiri, pilih Manage Wireless Network


3. Klik Add, pilih Create an ad hoc network, dan klik next.



4. Tulis nama network, contohnya sharing connection
1. 
2.    5. Lalu masukkan security key dengan password yang akan digunakan user lain untuk dapa tmengakses wifi kita.

3.    6. Jangan lupa untuk mencentang “save this network” dan pilih Next.

1.    7.    Setelah memilih tombol next maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini yang berarti connection sudah siap untukdigunakan bersama-sama.


1.     8. Kemudian untuk melakukan sharing connection klik adapter properties, pilih tab Sharing


9.
1.       Kemudian centanglah “Allow other network users to connect through this computer’s Internet Connection” lalu pilih OK.


 
1.       Finish, sekarang koneksi sudah bisa untukdigunakan bersama- sama. Semoga bermanfaat :)

W





9

 h